JAKARTA – Dinamika jelang Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia semakin menarik. Salah satu kandidat kuat, William Heinrich, resmi mengambil langkah strategis dengan mundur dari kontestasi pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh William pada Senin, 20 April 2026. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil setelah melalui pertimbangan matang demi kepentingan organisasi.

“Dengan segala kerendahan hati, saya memutuskan tidak melanjutkan proses pencalonan sebagai Calon Ketua Umum BPP HIPMI,” ujar William kepada wartawan.

Pertemuan Penentu dengan Ade Jona

Keputusan penting ini tidak lepas dari pertemuan antara William dengan Bakal Calon Ketua Umum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo, yang berlangsung di Posko Pemenangan kawasan Pulo Raya, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya menemukan kesamaan visi yang kuat: menempatkan kepentingan HIPMI di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting yang memperkuat keyakinan saya bahwa persatuan adalah jalan terbaik bagi masa depan HIPMI,” ungkap William.

Dukungan Penuh dan Konsolidasi Kader

Tak hanya mundur, William juga secara tegas menyatakan dukungannya kepada Ade Jona. Ia bahkan memastikan bahwa basis dukungannya di berbagai daerah akan ikut bergerak dalam satu barisan.

“Bersama saya, BPD-BPD yang selama ini memberikan dukungan juga akan ikut dalam barisan yang sama demi konsolidasi organisasi,” tegasnya.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat terjadinya konsolidasi besar di internal HIPMI menjelang Munas XVIII.

Pesan Persatuan untuk HIPMI

Menutup pernyataannya, William mengajak seluruh kader HIPMI untuk menjaga suasana Munas tetap kondusif, penuh kebersamaan, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

“Mari kita kedepankan persaudaraan dan persahabatan, karena itulah kekuatan utama HIPMI,” pungkasnya.

By admin